• 06Feb

    Berbagi Kasih Dengan Anak Jalanan

    Siapa mereka? Apa kalimat pertama yang muncul dalam pikiranmu ketika melihat mereka?

    Jika pertanyaan tersebut diajukan pada saya sebulan yang lalu, maka tanpa ragu saya akan menjawab mereka bukan siapa-siapa selain anak jalanan. Dalam kalimat yang lebih ekstrim, saya akan menjawab mereka adalah sampah masyarakat, kumpulan manusia yang tidak ada gunanya selain mengotori pemandangan di jalan.

    Tapi pandangan tersebut berubah seketika waktu saya mengenal mereka. Beberapa hari yang lalu, Batagor mengadakan acara kunjungan ke rumah singgah Sahaja Ciroyom yang membuat saya dihadapkan pada situasi dimana saya merasa perlu untuk mengenal mereka lebih jauh dan lebih dalam lagi.

    Pola pikir saya tentang mereka berubah saat itu juga. Mengenal mereka lebih jauh membuat saya menyadari bahwa mereka tidak seburuk apa yang saya pikirkan. Life’s hard, reality bites, dan beberapa orang memang dilahirkan tanpa pilihan yang banyak… Seperti mereka ini contohnya.

    Jika boleh memilih tentu saja mereka tidak akan memilih kehidupan seperti yang mereka jalani saat ini.

    Di antara mereka sudah dipaksa untuk mencari uang di jalanan sejak kecil, minim pengalaman dan kemampuan, bermodalkan nekat dan keinginan yang kuat untuk bertahan hidup.

    Di antara mereka adalah tulang punggung keluarga. Ibunya menunggu di rumah yang terbuat dari kardus dalam keadaan sakit parah, sementara sang ayah entah kemana.

    Di antara mereka ada yang dipaksa menikah dalam usia yang masih sangat muda, begitu muda hingga membuat saya tercengang dan berpikir bahwa dalam usianya tersebut belum bisa dikatakan layak untuk menikah. Harapan orang tuanya ketika menikahkan anaknya hanya satu: memperbaiki perekonomian keluarga, lalu ketika perekonomian tidak kunjung membaik, sang anak hamil, dan suaminya tak juga pulang, maka orang tuanya dengan tega mengusir anaknya, tanpa peduli bagaimana sang anak akan makan dan tidur.

    Masih ada begitu banyak hal yang melatarbelakangi kehidupan mereka saat ini, tapi ada satu persamaan mendasar pada mereka: keterpaksaan dan ketidakberuntungan.

    Mereka ada tapi kita tidak pernah benar-benar memandang mereka.

    Dulu saya kira keadaan akan lebih baik jika saya bersikap acuh, tidak peduli akan eksistensi mereka, maka saya tidak pernah benar-benar menganggap mereka sebagai bagian dari makhluk sosial.

    Tapi saya rasa saya telah menganut pola pikir yang salah.

    Ketidakpedulian saya sama sekali tidak membuat keadaan menjadi lebih baik, bahkan bisa saja prilaku saya ini memperburuk keadaan.

    Saya rasa ini saatnya bagi saya untuk merubah keadaan. Saya bersyukur diberikan kesempatan untuk mengenal mereka lebih jauh lagi karena itu artinya saya memiliki kesempatan untuk memperbaiki keadaan.

    Sabtu lalu, saya berjanji pada diri saya sendiri untuk mulai memerhatikan mereka, mulai berbagi dengan mereka, mulai menganggap mereka sebagai bagian dari makhluk sosial.

    Sabtu lalu, saya juga berjanji untuk mengajak siapa pun yang masih memiliki kepekaan sosial untuk lebih memerhatikan mereka dan menjadikan mereka sebagai bagian dari masyarakat.

    Yang mereka butuhkan tidak banyak, hanya sebuah bentuk perhatian yang membuat mereka memiliki rasa percaya diri. Percaya bahwa kehidupan mereka bisa jauh lebih baik. Percaya bahwa masih banyak orang baik di dunia ini yang bersedia merangkul mereka dan membantu mereka membangun masa depan yang jauh lebih baik.

    Pada kesempatan kali ini, saya dan komunitas Batagor ingin mengajak rekan-rekan untuk berbagi kepedulian terhadap mereka dengan mengajak mereka bermain dan beredukasi. Donasi tentu saja diperlukan untuk acara ini dan komunitas Batagor sebagai penyambung tangan akan dengan sangat senang menerima uluran tangan rekan-rekan.

    Donasi dapat berupa uang yang dapat ditransfer melalui rekening:

    BCA cab. Pasirkaliki a.n. Senni Oktaviani no. rek. 0160158328
    Mandiri cab. GKP Telkom a.n. Ermaya Rahmani no. rek. 1310007960513
    BRI cab. GKP Telkom a.n. Ermaya Rahmani no. rek. 159601000495500

    Atau bisa dalam bentuk barang ataupun tenaga yang bisa dikomunikasikan lebih lanjut melalui web ini, twitter @batagornet, atau email ke: sennysenny@gmail.com

    Sumbangan yang kamu berikan mungkin saja tidak ada artinya bagi kamu, tapi saya (dan kami) percaya bahwa sumbangan dalam bentuk apa pun itu, akan memberikan efek dan manfaat yang baik untuk mereka, sekecil apa pun manfaat itu.

     

    ~Senni Oktaviani.

    N.B. Rekan-rekan yang mendonasikan dana lewat rekening di atas harap konfirmasi ke email Senni (sennysenny@gmail.com)

Discussion 7 Responses

  1. February 6, 2012 at 2:47 pm

    Entah kapan saya terakhir baca tulisan di blog.
    Ini adalah tulisan yg pertama kali lagi saya baca. Dan..saya bersyukur, mendapatkan tulisan ini. Tulisan yg baik, menyentuh dan membuka hati kita. Paling tidak saya.
    Yuk..luangkan sedikit waktu dan perhatian kita.
    Banyak orang2 dekat sekitar kita yg berhak atas waktu dan perhatian kita. Juga mereka, adik2 anak- jalanan..
    Keep caring, sharing & blogging..

  2. February 7, 2012 at 1:38 am

    Yuk ah …

  3. February 7, 2012 at 2:49 am

    Bangga bisa menghidupkan batagor lagi dan berkarya nyata untuk membantu sesama. Yuuk

  4. February 7, 2012 at 7:28 am

    tulisan yang bener2 menyentuh.. ayo kita sama2 bantu mereka :)
    bantu donasi dan bantu mempublish link ini.. share ke socmed agar makin banyak orang yang tau mereka membutuhkan kita ;)

  5. February 9, 2012 at 12:04 am

    Sudah sepantasnya kita memperhatikan mereka, karena kita adalah mahluk sosial. Hanya kita yang harus bijaksana dalam menilai,mana yang benar benar harus dipehatikan dan ditolong. Karena ada “sedikit” manusia yang mengambil keuntungan ( lahan bisnis )dari kesusahan orang lain..Mari “LEBIH PEDULI” pada sesama..

  6. February 12, 2012 at 7:09 am

    Udah ada update rencanan kegiatannya seperti apa?

  7. February 17, 2012 at 3:51 pm

    Rencana kegiatannya adalah mengajak mereka berwisata ke Panaruban Subang yang merupakan salah satu wishlist mereka. Tahun ini, anak jalanan akan menjadi perhatian komunitas Batagor, sehingga hampir setiap kegiatan yang kita buat akan melibatkan mereka. Tunggu saja update lebih lengkapnya di blog ini, mbak anis :)

Leave a Reply