Terima kasih, Andry.
Seperti kebetulan: saat saya berencana merespon tulisan Andry S Huzain tentang Blog Detik, saya sempat mengintip komplain Andry bahwa tata letak #direktif tidak ramah di Safari. Saya akui bahwa desain tata letak situs ini menggunakan Universal Template Set begitu saja. Saya ingin membuat templat yang lebih sederhana lagi, namun demikianlah, perkembangan saya di depan desain situs web selalu sangat terlambat didesak urusan lain. Maaf untuk pengunjung situs ini yang menggunakan Safari dan Opera.
Penjelasan kondisi dapur Blog Detik yang ditulis Andry sepekan lalu menurut saya menarik karena kita di Indonesia sudah mulai memasuki bagian penyediaan layanan blog dan diurus oleh kita sendiri. Tersirat dari isi tulisan: bagian penting dan menjadi “produksi” dalam negeri (Aku Cinta Produk Indonesia!) adalah menyediakan layanan berskala besar — dilihat dari jumlah penulis blog dan terutama pengunjung. Seperti dugaan Budi Rahardjo tentang perbandingan sederhana Blog Detik dan Dag Dig Dug, Detik sudah membawa nama sohor dari sisi pembaca.